Ethereum Akan Jadi Bitcoin Berikutnya?

Sepanjang tahun 2017 ini, nilai mata uang digital bitcoin meroket hingga menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah. Akan tetapi, bitcoin bukan satu-satunya mata uang digital yang nilainya melesat.

Ethereum adalah mata uang digital terbesar kedua setelah bitcoin. Hingga 25 Desember 2017 lalu, menurut data CoinMarketCap, nilai ethereum mencapai rekor tertingginya, yakni 850 dollar AS atau sekitar Rp 11,4 juta dengan kapitalisasi pasar mencapai 82 miliar dollar AS.

Investor mata uang digital Oliver Isaacs meyakini bahwa ethereum akan sama sukses dan menguntungkannya seperti bitcoin. Menurut data Coindesk pada Kamis (28/12/2017), nilai bitcoin bertengger pada level 15.296 dollar AS atau sekitar Rp 206,4 juta.

Baca juga : 6 MATA UANG VIRTUAL INI DIPREDIKSI SUSUL KESUKSESAN BITCOIN TAHUN 2018 

Isaacs adalah lulusan London School of Economics, Inggris. Ia mendeskripsikan dirinya sebagai pengusaha dan investor mata uang digital, yang memperoleh keuntungan 10.000 persen dari investasi pada mata uang digital selama beberapa tahun terakhir.

Pada awal tahun 2017, Isaacs membeli ethereum seharga hanya 14 dollar AS per koin atau sekitar Rp 189.000. Adapun saat ini investasi ethereum yang dimilikinya bernilai lebih dari 300 dollar AS, setara sekitar Rp 4 juta.

Isaacs menyebut, saat ini bitcoin jelas merupakan pemimpin pasar dalam hal nilai per koin. Selain itu, bitcoin juga merupakan mata uang digital yang paling dikenal dan paling banyak digunakan.

“Akan tetapi, saya meprediksi ethereum akan memiliki potensi jangka panjang terbaik dibandingkan mata uang digital lainnya, karena fleksibilitas dan kontraknya yang cerdas,” tutur Isaacs seperti dikutip dari media Inggris Express.

Baca juga : Aksi Jual Bitcoin Terus Berlanjut, Ethereum Semakin Dilirik

Menurut Isaacs, mata uang digital yang dipilihnya sebagai instrumen investasi adalah yang memberikan nilai atau kegunaan, aplikasinya di kehidupan sehari-hari di masa mendatang, dan mempunyai pertumbuhan yang solid. Sehingga, ia memilih mata uang digital yang nilainya tak terlalu tinggi dan belum banyak dikenal.

Ripple, Mata Uang Digital Tandingan Bitcoin Ini Menguat 4.100 Persen

Nilai mata uang digital XRP yang diciptakan oleh Ripple mencapai rekor tertinggi pada Kamis (28/12/2017) waktu setempat. XRP merupakan mata uang digital yang fokus pada transfer bank.

Mengutip Business Insider, Jumat (29/12/2017), data Markets Insider menunjukkan harga XRP mencapai 1,30 dollar AS per koin atau setara sekitar Rp 17.550. Pada awal Desember 2017, harga XRP mencapai 0,25 dollar AS atau hanya Rp 3.375 per koin.

Sepanjang pekan ini, nilai mata uang digital tersebut telah menanjak 71 persen. Penguatan ini salah satunya disebabkan anak usaha Ripple di Asia dan perusahaan kartu kredit Jepang mengumumkan sebuah konsorsium baru.

Baca juga :  Aksi Jual Bitcoin Terus Berlanjut, Ethereum Semakin Dilirik

Konsorsium tersebut akan mengidentifikasi bagaimana blockchain dapat diiplementasikan dalam pembayaran kartu kredit.

Forbes mewartakan, kabar tersebut memicu penguatan lanjutan bagi Ripple yang memang menarik minat banyak investor di Asia.

“Asia tergila-gila dengan Ripple,” kata CEO dan pendiri Polynom Crypto Capital di Moskow.

Per 14 Desember 2017, XRP adalah mata uang digital terbesar ketiga di dunia. Sejak awal tahun 2017, penguatannya sudah mencapai lebih dari 4.100 persen.

XRP didirikan pada tahun 2012 silam dengan nama awal Ripple Labs. XRP memiliki fokus menggunakan teknologi blockchain untuk mempercepat transfer dana lintas batas dan setelmen bank.

Sumber : Kompas.com

Aksi Jual Bitcoin Terus Berlanjut, Ethereum Semakin Dilirik

Bitcoin, cryptocurrency terbesar dunia, terus alami penurunan saat libur panjang akhir pekan. Penurunan bitcoin meneruskan aksi jual yang terjadi setelah adanya peretasan pada perusahaan perdagangan bitcoin di Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Turunnya nilai bitcoin membuat nilai bitcoin melemah sejak 2015 silam.

Analis pasar senior dari broker eToro di tel Aviv, Mati Greenspan, mengatakan bahwa naiknya perdagangan dalam dollar AS dan kurangnya perdagangan dalam yen membuat nilai bitcoin turun.

“Banyak investor cenderung menguangkan bitcoinnya pada libur Natal,” kata dia, seperti dikutip dari Bloomberg.

Penurunan kali ini tidak seperti penurunan mata uang kripto pada umumnya. Biasanya, mata uang kripto naik kembali setelah turun beberapa sesi. terakhir, bitcoin turun lima minggu berturut-turut di September, dan sebelumnya di Juli.

Turunnya bitcoin seiring dengan sejumlah peringatan dari otoritas keuangan tentang naiknya risiko mengoleksi koin digital tersebut.

“Pasar mata uang kripto sudah terlalu tinggi. Saatnya kembali ke realitas. Jika naik 150 persen dalam waktu kurang dari sebulan, mungkin akan turun sekitar double digit,” lanjut dia.

Bitcoin turun 3,8 persen pada penutupan perdagangan di Senin (25/12/2017) waktu New York, dari penutupan Jumat di level 13.703 dollar AS. Saat itu, sejumlah besar pasar di AS tutup untuk libur Natal.

Ethereum Dilirik

Mata uang kripto lain, Ethereum, mulai dilirik. Ethereum merupakan cryptocurrency nomor 2 setelah bitcoin berdasarkan nilai pasar. Pada Senin (25/12/2017) Ethereum naik 5 persen dibanding nilai penutupan di Jumat.

Analis Bloomberg Intelligence Mike McGlone mengatakan, koin digital generasi kedua seperti Ethereum memiliki outlook lebih baik ketimbang bitcoin.

“Bitcoin adalah benchmark bagi mata uang kripto, tapi bukan representasi terbaik dari teknologi,” kata dia.

Rekor tertinggi nilai bitcoin terjadi pada 18 Desember 2017 lalu, setelah CME Group Inc buka sebagai bursa berjangka pertama yang memperdagangkan kontrak bitcoin.

Tren Bayar Gaji Pakai Bitcoin, Seperti Apa?

Meningkatnya nilai Bitcoin, sekaligus tumbuhnya bisnis cryptocurrency, membuat mata uang digital ini tidak hanya menarik bagi para investor, namun juga setiap orang yang berkecimpung di dunia teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumah perusahaan sudah memulai tren membayar gaji dengan Bitcoin. Seperti yang dilakukan oleh SC5, penyedia layanan desain digital asal Denmark, mulai 2013 lalu, serta GSMSolutions, perusahaan perbaikan barang-barang elektronik asal Irlandia, sejak 2014.

Tidak hanya itu, munculnya platform penghubung antara pencari kerja dengan perusahaan yang sama-sama ingin pelunasan gaji menggunakan cryptocurrency, seperti Bitcoin, Litecoin, hingga Dogecoin, juga semakin mengenalkan tren tersebut.

Salah satunya adalah Coinality, yang berdiri sejak September 2013. Mereka mengaku sudah ada 5 ribu orang yang melamar pekerjaan lewat Coinality, dengan 4 ribu diantaranya sudah diterima di berbagai perusahaan.

Lalu, salah satu pemegang peranan penting dalam tren tersebut, adalah hadirnya penyedia layanan konversi gaji menjadi Bitcoin. Dua yang paling terkenal adalah Bitpay dan Bitwage.

Bitpay, penyedia metode pembayaran lewat Bitcoin, yang sudah berdiri sejak 2011 memiliki dua layanan unggulan, yaitu Zuman dan Incoin. Sedangkan Bitwage yang hadir dua tahun setelahnya mempunyai Bitcoin Payroll for the Individual, yang disingkat BP(i).

Bentuk Kesepakatan

Biasanya, Bitcoin yang digunakan untuk pembayaran gaji disesuaikan dengan nilai mata uang digital itu sendiri pada waktu yang disepakati bersama. Jika nilai Bitcoin pada saat itu menyentuh angka USD 10 Ribu, dan karyawan yang bersangkutan meminta USD 1.000 dari gajinya untuk dikonversi, maka ia akan menerima 0,1 Bitcoin. Saat pegawai tersebut memilih untuk menjualnya, maka ia akan menerima uang setara dengan jumlah gaji yang dikonversi dalam bentuk Bitcoin.

Pro dan Kontra

Beberapa pihak berpendapat, penggunaan Bitcoin dalam pelunasan gaji akan memudahkan perusahaan yang bersangkutan dalam menjaring talenta baru sekaligus mempertahankan karyawan lama. Salah satu yang memercayai hal ini adalah Eric Piscini, salah satu konsultan teknologi finansial dari Deloitte Consulting LLP.

“Membayar pegawai dan teknisi eksternal menggunakan Bitcoin akan membuat para CIO (Chief Information Officer) selangkah lebih maju dalam perebutan talenta di bidang teknologi,” ujarnya.

Selain itu, Rise People, penyedia perangkat lunak rekrutmen dalam jaringan asal Kanada, mengatakan sejumlah keuntungan yang dapat diambil dalam penerapan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran gaji. Beberapa diantaranya yaitu mudah digunakan, minim biaya tambahan, serta dapat menarik lebih banyak talenta-talenta baru. Lalu, tentunya, metode ini dapat menumbuhkan teknologi Blockchain dan Bitcoin itu sendiri.

Meskipun begitu, suara-suara sumbang terkait implementasi tersebut masih terdengar dari berbagai kalangan. Beberapa menyebutkan bahwa pelunasan gaji dengan Bitcoin akan menempatkan pegawai dalam situasi yang membingungkan.

“Jika karyawan menerima gaji mereka dalam bentuk Bitcoin, sama saja seperti mereka menerima tiket lotre. Mereka seakan mengikuti sebuah permainan,” kata Massimo Massa, Profesor Keuangan dari INSEAD, sekolah bisnis asal Prancis, seperti detikINET kutip dari BBC pada Jumat (29/12/2017).

Risiko penerimaan gaji menggunakan Bitcoin memang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.
Nilainya yang dapat berubah-ubah secara drastis menjadi salah satu momok yang patut diperhitungkan bagi para karyawan maupun perusahaan yang menerapkan kebijakan tersebut.

“Tidak ada jaminan bahwa nilai dari Bitcoin atau cryptocurrency lain akan naik, terlebih mata uang digital tidak memiliki nilai intrinsik karena sangat sedikit yang menerapkannya di dunia nyata,” pungkas Massa.

Sumber : Muhamad Imron Rosyadi

Kisah Inspiratif Dari Salah Satu Bitcoiner Lokal

Bitcoiner lokal yang meraih keuntung besar dari bitcoin. Seorang Pelajar kelas 3 SMA di Tegal, mengumpulkan uang setahun demi Bitcoin.

Tidak hanya menjangkiti orang dewasa, kekuatan Bitcoin ternyata berhasil menyihir Malvin Arya Pratama Susilo. Siswa SMA Negeri 1 Tegal ini menjadi bahan pembicaraan setelah kisah sukses tradingnya dimuat di harian Tribun Jateng.

Malvin mengaku menabung uang jajannya selama setahun demi bisa membeli Bitcoin. Dengan uang tabungannya senilai Rp. 2,8 juta, pelajar ini membeli Bitcoin yang waktu itu kursnya Rp. 142 juta/ kepingnya. Ketika mendadak harga Bitcoin naik menjadi Rp. 287 juta, nilai investasi yang ia miliki jadi bernilai Rp. 5,4 juta. Artinya, dari sana Malvin sudah mendapat keuntungan Rp. 3,4 juta.

Pernah juga, dalam sehari ia mendapat untung mendadak Rp. 2,4 juta. Ia lalu mengambil keuntungannya dan memindahkannya ke tabungan. Sisa sebanyak Rp. 2,4 juta ia investasikan kembali ke Bitcoin.

Inilah Beberapa Selebriti Dunia Yang Jatuh Cinta Dengan Bitcoin

Bitcoin memang terbukti sudah membuat banyak orang jatuh cinta. Seluruh dunia, tanpa mengenal batas negara bersatu menggunakan mata uang virtual ini. Fenomena ini juga berhasil menginfeksi para selebritis dan pesohor papan atas dunia.

Di antara banyak nama, 5 nama pesohor di bawah ini pasti akan membuat Anda semakin takjub dengan kekuatan Bitcoin!

-Ashton Kutcher

Ashton Kutcher telah membuat prestasi sebagai aktor serba bisa mulai hingga kini menjajal dunia bisnis fintech. Kutcher juga menjadi investor teknologi untuk perusahaan modal ventura A-Grade Investments, yang telah mendanai antara lain Uber and Airbnb. Pada konferensi TechCrunch beberapa tahun yang lalu, Kutcher berbicara dengan tajam tentang “teknologi terdesentralisasi” yang membuat Bitcoin menjadi mungkin.

Gagasan bahwa kita dapat memantau secara simbolis satu sama lain dengan cara anonim yang benar-benar membuat anonimitas  di internet. Kita tidak perlu khawatir dengan Big Brother,” katanya. “Dan infrastruktur yang sama yang dibangun Bitcoin bisa digunakan di industri keamanan untuk kebaikan massal.”

Pendapatnya ini menunjukkan dukungan Kutcher yang kuat pada Bitcoin dan Blockchain.

-Nas

Rapper Nas juga telah beralih ke karir sebagai investor VC bergulir tinggi dengan perusahaan QueensBridge Venture Partners-nya. Dia berinvestasi di banyak perusahaan yang berkaitan dengan Bitcoin termasuk Coinbase, salah satu perusahaan penyedia layanan dompet digital.

-Mike Tyson

Mantan petinju yang terkenal dengan banyak kontroversinya ini sepertinya benar-benar menunjukkan rasa cintanya yang besar pada Bitcoin. Tyson memiliki perusahaan sendiri bernama Mike Tyson Bitcoin yang menyediakan layanan ATM Bitcoin hingga dompet digital dan layanan trading.

-Roseanne Barr

Bintang dan otak kreatif di balik sitkom Roseanne, yang ditayangkan kembali, telah menjadi sama terkenalnya dalam beberapa tahun terakhir karena komentar politiknya yang provokatif, terutama di Twitter. Dalam sebuah tweet dari beberapa tahun yang lalu, dia menyarankan agar Bitcoin dapat membantu “mengakhiri peraturan ritual setan,” yang diduga merupakan sindiran kepada pemerintah federal.

-Donald Glover

Aktor yang akan membintangi seri Star Wars selanjutnya ini berulangkali menyatakan dukungannya untuk Bitcoin. Ia mengatakan bahwa segalanya akan menjadi mungkin di internet, termasuk Bitcoin. Berinvestasi dengan emas terasa terlalu kuno bagiku dan mata uang virtual sekarang jauh lebih masuk akal,” ungkapnya.

Sumber : Dita Safitri

PECAHKAN REKOR, ALTCOIN DIPREDIKSI BAKAL SUSUL KESUKSESAN BITCOIN

Bagi para investor mata uang virtual, kenaikan harga cryptocurrency tentu merupakan kabar gembira. Untuk Anda yang sedang mencari opsi investasi lain selain dengan Bitcoin, Litecoin bisa jadi adalah jawaban yang paling tepat untuk Anda saat ini.

Menurut CoinMarketCap, kemarin (19/12) Litecoin berhasil mencapai harga $360.9 sekaligus memecahkan rekor. Menurut Forbes, pencapaian ini sekaligus membawa kentungan lebih dari 8.000% bagi para pemiliknya.

Apa Itu Litecoin dan Kenapa Diprediksi Akan Menyusul Bitcoin?

Salah satu mata uang virtual yang muncul akibat pecahan dari Bitcoin adalah Litecoin. Litecoin pertama kali muncul pada tahun 2011 dan dimaksudkan sebagai versi perak dari Bitcoin. Mata uang ini merupakan versi ringan dari kripto yang diciptakan Satsohi Nakamoto. Alih-alih memakan waktu hingga 10 menit untuk transaksi seperti Bitcoin, Litecoin hanya memerlukan waktu 2,5 menit saja.

Dengan waktu transaksi empat kali lebih cepat, pencipta Litecoin juga Charlie Lee melipatgandakan jumlah koin maksimal yang bisa ditambang. Sementara Bitcoin memiliki total 21 juta, Litecoin berjumlah 84 juta. Dan total nilai pasar Litecoin saat ini lebih rendah: $18 miliar dibanding Bitcoin yang bernilai $291 miliar. Litecoin saat ini adalah pasar cryptocurrency terbesar keempat setelah Bitcoin, Ethereum, dan Bitcoin Cash.

Tidak seperti mata yang turunan Bitcoin yang lain, Litecoin bisa dibilang cukup sukses di awal peluncurannya. Litecoin langsung mencapai nilai pasar $1 miliar pada bulan November 2013.

Salah satu alasan mengapa pendukung Litecoin tidak ingin sibuk membandingkannya dengan Bitcoin adalah proses penambangan yang berbeda, membutuhkan perangkat keras yang lebih banyak tersedia.

Sementara penambangan Bitcoin menggunakan algoritma hashing SHA-256, yang memerlukan teknologi microchip ASIC, Litecoin menggunakan algoritma Scrypt. Karena Scrypt membutuhkan memori kerja yang lebih besar, kebanyakan pembuat ASIC dilarang melakukan pengembangan teknologi yang sesuai. Sebagai gantinya, Litecoin sering ditambang di kartu grafis atau GPU di awal. Dan perusahaan seperti Zeus dan Flower Technology mulai membawa ASIC yang ditujukan untuk Scrypt ke pasar.

Dengan perkembangan yang cukup menjanjikan, Litecoin sepertinya bisa menjadi opsi investasi untuk Anda. Harganya yang masih belum semahal Bitcoin (saat ini) membuat Litecoin cocok untuk Anda yang baru pertama kali mencoba trading. Di Indonesia sendiri, Anda bisa trading Litecoin, dan mata uang digital lainnya di Rumah Koin.

Baca juga: 6 MATA UANG VIRTUAL INI DIPREDIKSI SUSUL KESUKSESAN BITCOIN TAHUN 2018

 

Sumber : Dita Safitri

Alasan utama untuk membeli CPC tinggi ke Bitcoin

Bitcoin telah mencapai harga tinggi karena menyentuh ke $ 3500 dan menjadi mata uang digital yang dipuji dan menjadi aset baru dan investasi bagi pendatang baru. Saat ini, orang mulai tergila-gila pada bitcoin. Analis tersebut bahkan melaporkan bahwa mereka memperkirakan nilai dari bitcoin bisa mencapai $ 5000 pada 2018. Dengan prediksi ini, ada banyak investor yang datang untuk meningkatkan investasinya dengan membeli bitcoin.

Apa alasan terbaik mengapa orang membeli mata uang digital ini?

Jumlah terbatas bitcoin terbatas

Salah satu alasan mengapa orang akan berburu dan membeli bitcoin adalah karena hanya tersedia 21 juta di antaranya. Jumlah mereka yang pertambangan setiap tahun dan turun menjadi setengah. Baru-baru ini, ada sekitar 80% sisa bitcoin yang sudah ada di tambang dan tidak ada yang akan muncul setelah tahun 2040.

Bitcoin tidak diatur oleh pemerintah atau dibuat oleh bank sentral

Tidak ada bank yang akan masuk ke uang Anda dengan mata uang ini. Badan pajak pemerintah dan bahkan polisi tidak dapat melacak uang Anda. Inilah sebabnya mengapa bitcoin tidak terikat sebagai uang yang tidak diatur.

Bitcoin nampak seperti emas baru untuk diburu

Karena aset baru ini tidak dikendalikan oleh pemerintah, masih banyak orang yang sekarang membeli aset berharga ini. Bitcoin adalah koin virtual yang dirancang untuk mandiri sesuai nilainya. Tidak perlu bank memindahkan dan menyimpan uangnya. Bitcoin ini berperilaku seperti emas. Ini bisa diperdagangkan dan Anda bisa menggunakan bitcoin untuk membeli barang dan jasa secara online. Anda juga bisa menyelipkannya dan berharap nilainya akan meningkat setelah bertahun-tahun.

Mengapa bitcoin menjadi sangat kontroversial?

Untuk rentang di 2011-2013, ada pedagang kriminal yang menggunakan bitcoin untuk menghindari undang-undang. Mereka membeli bitcoin dalam jumlah jutaan dolar sehingga mereka bisa menyembunyikan uang mereka dari penegak hukum. Namun, yang terutama kontroversial dari bitcoin adalah kekuatan dari bitcoins untuk mengambil alih kekuasaan dari menghasilkan uang menjauh dari bank dan memberikannya kepada publik. Bitcoin telah mengubah cara kita bagaimana menyimpan dan menghabiskan kekayaan pribadi. Bitcoin dirancang untuk menempatkan setiap pengguna untuk mengendalikan kekayaan pribadi mereka di tangan mereka. Alih-alih dokumen kertas atau saldo bank, bitcoin menggunakan data kompleks yang sebenarnya dalam menunjukkan layar bitcoin mereka. Transaksi bitcoin juga memotong transaksi bank karena transaksi bitcoin telah berpindah dari peer to peer, secara individual.

Sumber : Alicia Keysha

 

6 MATA UANG VIRTUAL INI DIPREDIKSI SUSUL KESUKSESAN BITCOIN TAHUN 2018

Tipuan? Balon yang bisa meletus kapan saja? Fenomena sesaat? Terlepas dari apapun yang dikatakan kaum pesimis soal Bitcoin, mata uang satu ini terus mengalami kenaikan dan memberikan keuntungan berlipat-lipat pada para pemiliknya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kenaikan harga fantastis yang dialami Bitcoin juga berimbas pada kenaikan mata uang virtual lainnya. Sebut saja Ethereum yang belakangan mulai membayangi keperkasaan Bitcoin. Dua mata uang pecahan Bitcoin, Bitcoin Cash dan Bitcoin Gold juga cukup sukses di pasaran.

Selain Bitcoin, 6 mata uang virtual berikut ini diprediksi akan menjadi primadona tahun depan. Apa saja?

-Litecoin (LTC)

Litecoin memiliki market cap senilai $17.78 miliar dengan performa +4,800% (terhitung sampai bulan Desember ini). Litecoin dibuat pertama kali oleh mantan pegawai Google, Charlie Lee. Litecoin selama ini dijuluki sebagai versi perak dari Bitcoin Gold.

-Manero (XMR)

Sama seperti Bitcoin, pembuat Manero (XMR) sampai sekarang masih bersifat anonim (tidak diketahui). XMR saat ini memiliki market cap senilai $4.84 miliar dengan performa +1,930% tahun ini. Kelebihan XMR adalah sifat anonimnya. Dengan Monero, rincian setiap transaksi, termasuk pengirim, penerima dan ukuran, dicatat pada buku besar publik, namun dikaburkan untuk dilaporkan membuat mereka tidak dapat dilacak.

-Neo

Mata uang virtual ini dibuat oleh Da Hongfei, CEO Onchain, seorang penggerak Blockchain di China bersama rekannya Erik Zhang. George Tung, co-founder Crypto R Us sekaligus investor veteran mata uang virtual menyebut Neo berpotensi menjadi Ethereum-nya China jika China mengurangi ketegangannya terhadap Blockchain dan Bitcon. Saat ini Neo memiliki market cap senilai $2.6 miliar dengan performa +24,685% di sepanjang tahun 2017.

-Cardano (Ada)

Ada dibuat oleh developer Blockchain Input Output Hongkong (IOHK). Dengan market cap senilai $3.06 miliar, meski baru dimulai bulan Oktober lalu performanya sudah mencapai +406%.  Blockchain Cardano baru saja diluncurkan beberapa bulan yang lalu dan meledak dengan keuntungan besar di tiap koinnya.

-Ripple (XRP)

Ripple merupakan mata uang digital yang dibuat oleh Ryan Fugger, seorang developer bersama rekan businessman-nya Chris Larsen dan seorang programmer bernama Jed McCaleb. New York Times pernah menggambarkan Ripple sebagai “persilangan antara Western Union dan pertukaran mata uang, tanpa biaya yang lumayan” karena ia bukan hanya mata uang, tapi juga sistem di mana mata uang apapun, termasuk Bitcoin, dapat diperdagangkan. Saat ini Ripple memiliki market cap senilai $11.22 miliar dan performa +3,803% sepanjang tahun ini.

-Iota (MIOTA)

Saat ini Iota memiliki market cap senilai $12.66 miliar dan sejak mulai di-trading-kan Awal Juni lalu performanya sudah mencapai +623%. Iota dibuat oleh gabungan pengusaha, ahli matematika dan developer yang terdiri dari David Sønstebø, Sergey Ivancheglo, Dominik Schiener, dan Dr. Serguei Popov.

Sumber : Dita Safitri

SEBUAH PERUSAHAAN DI JEPANG AKAN BAYAR PEGAWAINYA DENGAN BITCOIN

Perusahaan pengembangan Blockchain dan cryptocurrency telah membayar pekerja mereka dengan menggunakan mata uang virtual selama bertahun-tahun. Namun, perhatian publik baru benar-benar tersita kala ada sebuah perusahaan mainstream yang mulai membayar pekerja mereka dengan Bitcoin.

GMO Internet Group, sebuah perusahaan penyedia layanan intrernet dengan pasar konsumen individu dan perusahaan memperkenalkan sebuah sistem bagi karyawan di mana mereka akan menerima sebagian gaji mereka dalam bentuk Bitcoin.

Berkantor pusat di Tokyo, GMO Internet Group terdiri dari lebih dari 60 perusahaan yang tersebar di 10 negara. Mengingat ukuran perusahaan yang cukup besar dan perkembangan teknologi, perusahaan ini berpikir sudah saatnya mengadopsi Bitcoin sebagai metode pembayaran secara mainstream.

Langkah ini dipengaruhi oleh keingingan perusahaan untuk mempromosikan adopsi terhadap Bitcoin yang merupakan salah satu strategi prioritas dari GMO. Sebenarnya mereka juga sudah lama aktif dalam trading dan penambangan Bitcoin, serta pengembangan hardware untuk menambang Bitcoin. Apapun itu, segala hal yang menguntungkan bagi Bitcoin, maka akan menguntungkan bagi GMO.

GMO menyatakan keyakinannya bahwa mata uang virtual akan berkembang menjadi “mata uang universal baru” yang tersedia bagi siapa saja dari negara atau wilayah manapun yang ingin menukar nilai dengan bebas, menciptakan zona ekonomi tanpa batas yang baru.

Pilihan pembayaran sebagian gaji dengan Bitcoin awalnya hanya akan tersedia untuk karyawan satu anak perusahaan GMO saja yakni GMO Internet Co. Ltd mulai Maret 2018 nanti, namun secara bertahap akan diperluas ke lebih dari 4.000 karyawan di perusahaan GMO lainnya di Jepang.

Pembayaran dengan Bitcoin minimum pada awalnya bernilai minimal 10.000 yen (~ $ 88) dan maksimal senilai 100.000 yen (~ $ 881). Setiap pembayaran gaji yang masih berupa yen akan dikurangi dengan jumlah Bitcoin yang dibayarkan, dengan menggunakan nilai tukar di bursa GMO Coin.

Mainichi Jepang mencatat bahwa kode etik ketenagakerjaan Jepang menetapkan bahwa bisnis harus membayar karyawan dengan mata uang yang diakui seperti yen. Namun menurut GMO, langkah tersebut sesuai dengan undang-undang karena setiap pembayaran dalam Bitcoin akan bersifat konsensual, dengan jumlah yang dipilih untuk dikurangkan dari gaji dan dimasukkan ke pembelian Bitcoin. Cryptocurrency semakin populer di Jepang dengan semakin banyaknya perusahaan ritel yang menerimanya sebagai bentuk pembayaran.

 

Sumber : Dita Safitri